
Siapa sih yang belum
pernah mendengar sarang burung walet? Seperti yang sudah kita ketahui,
sarang burung walet yang asli harganya mahal banget. Dan yang sampai
sekarang kita ketahui juga kalau harga sarang burung walet itu mahal
karena burung walet itu suka membuat sarang di gunung - gunung yang
tinggi (bahkan di puncak dan ujung tebing). Dan untuk mengambil sarang
burung walet harus menggunakan pendaki - pendaki yang sudah sangat
berpengalaman.
Dan mungkin aja sarang burung walet ini merupakan
sarang burung yang paling mahal di dunia (sejauh yang kita ketahui).
Bayangkan saja 1 ons sarang burung walet yang kurang lebih terdiri dari
10 buah sarang dengan kualitas baik bisa dijual dengan harga 1,4 juta
rupiah!! Dan katanya lagi - orang rela membayar mahal sebab sarang
burung walet ini dipercayai mempunyai khasiat mampu menyembuhkan
berbagai penyakit, mulai dari kelas ringan sampai kelas berat.
Umumnya,
sarang burung walet disajikan dalam bentuk sup. Dan dapat kita temukan
di restoran - restoran Cina. Sebenarnya, pengkonsumsian sarang burung
walet ini bukanlah hal yang baru. Malah, sudah sejak abad 14, sarang
burung ini dimanfaatkan sebagai makanan. Di Cina, sup sarang burung
walet (birdnest soup) merupakan makanan favorit para raja dan bangsawan.
Dan menurut cerita yang masih beredar sampe sekarang (mitos kali..)
kaisar Ming sangat menggemari sup yang satu ini. Mungkin karena cerita
atau mitosnya itulah, maka sup sarang burung walet dijadikan simbol
makanan yang mewah dan bergengsi dan sangat mahal harganya.
Tetapi,
pengkonsumsian sarang burung walet di Indonesia bisa dikatakan
tergolong rendah, hampir 90% sarang burung walet diekspor ke luar negri.
Pengkonsumsian sarang burung walet inipun masih ada bedanya. Kalo di
Singapore dan Malaysia, lebih menyukai sarang burung yang mengandung
lumut (moss nest), yang biasanya diambil dari gua - gua karang di tepi
pantai. Sehingga warnanya pun tidak sebersih sarang burung walet yang
dibudidayakan di atap - atap rumah. Katanya si, rasanya lebih kenyal dan
tidak cepat pecah saat dimasak. Sedangkan Cina dan Indonesia lebih
menyukai sarang burung yang putih bersih.
Untuk menentukan kualitas
dari sarang burung walet, ada syarat - syarat tertentu yang harus
dipenuhi, misalnya ketebalan sarang. Seperti yang kita ketahui, sarang
burung itu dibuat dari air liur burung walet tersebut. Setiap hari,
sepasang walet betina dan jantan bergantian membuat sehelai sarang
dengan cara mengoleskan air liur mereka ke dinding gua, dinding tebing,
ataupun atap rumah. Ingat..Satu satu hari hanya mengoleskan satu helai
sarang aja. Jadi jangan heran, untuk membuat sarang saja dibutuhkan
waktu sekitar 33-41 hari. Malah, pada saat musim kemarau, pembuatan
sarang bisa lebih lama, sekitar 80 hari.
Kualitas itulah yang
menetukan harga atau nilai dari sarang burung walet tersebut. Sarang
burung dengan kualitas sempurna yaitu memiliki bentuk seperti mangkuk,
dindingnya tebal, kuat dengan tinggi kira - kira 5 cm, serta bersih
tidak tercemar kotoran, bisa dijual dengan harga yang cukup tinggi.
Sebaliknya, sarang burung yang kualitasnya rendah, yaitu yang serat -
seratnya tidak utuh, kotor, serta bentuknya cacat, hanya bisa dijual
dengan harga murah.
Terdapat dua jenis sarang burung bila dilihat
dari warnanya. Ada sarang burung putih yang seluruhnya terbuat dari air
liur burung walet, dan sarang burung hitam, yang terbuat dari campuran
air liur dan bulu - bulu burung. Sarang burung walet yang berwarna putih
lebih mahal harganya. Sarang burung yang putih bersih, harganya bisa
mencapai 14 juta rupiah/kg, sedang yang hitam paling hanya sekitar 1
atau 2 juta/kg. Ada juga, sarang burung yang memiliki serat - serat
merah di sarangnya seperti darah. Itu harganya jauh lebih mahal lagi,
yaitu sekitar 17 juta/kg.
Khasiat Sarang Walet, antara Mitos dan Fakta
ENTAH
dari mana mulanya khasiat sarang burung walet (Collocalia fuciphaga)
cukup terkenal di seantero dunia. Sarang burung anggota famili apodiae
ini sejak puluhan bahkan mungkin ratusan tahun lalu diyakini punya
khasiat dalam memberikan kesegaran dan bahkan untuk menjaga kesehatan
tubuh manusia. Mitos baik untuk kesehatan muncul dari pengalaman
pengguna yang semula disampaikan dari mulut ke mulut itu kemudian
disebarluaskan pula oleh media massa. Itulah setidaknya yang dipercaya
masyarakat Indonesia dalam sebuah laporan penelitian Riset Unggulan
Nasional Terpadu.
Ada 3 kelompok responden yang diteliti,
masyarakat, awam, pengusaha dan ilmuwan, mengatakan bahwa sarang walet
punya banyak keampuhan. Antara lain menjaga kesegaran tubuh,
meningkatkan vitalitas, obat awet muda, memelihara kecantikan dan
menghambat kanker.
Menurut dr Cheng Ce yang ditemui di Cianjur,
liur dari kelenjar glandula sub lingualis itu dapat meningkatkan daya
tahan tubuh. Namun, bukan berarti mengobati penyakit.Sarang walet
itu berfungsi sebagai food supplement ibarat multivitamin di toko -
toko. Asupan sarang walet akan menstimulus kinerja organ-organ tubuh
lebih baik. Kekebalan tubuh meningkat dan penyakit menyingkir? tutur
spesialis kanker dari Sekolah Kedokteran Tradisional di Propinsi Henan,
Cina. Jadi selain itu juga sarang burung walet mengandung protein yang
berbentuk glikoprotein yang merupakan komponen terbesar selain
karbohidrat, lemak, dan air. Jumlahnya mencapai 50 persen. Di tubuh,
protein berperan sebagai zat pembangunan. Ia membentuk sel - sel dan
jaringan baru serta berperan aktif selama metabolisme protein asal hewan
diakui lebih gizi lantaran punya ikatan senyawa lebih kompleks dari
pada protein nabati.
Bahkan salah satu senyawa turunannya
azitothymidine telah diteliti bisa melawan AIDS. Istimewanya lagi,
sarang walet sumber asam amino yang lengkap. Tercatat sekitar 17 asam
amino esensial, semi esensial dan non-esensial yang dimiliki. Salah
satunya kini dikembangkan oleh peneliti-peneliti di barat sebagai
pelawan stroke dan kanker. Mineral-mineral sarang walet tak kalah
manjurnya untuk mendukung aktivitas tubuh.
Ada 6 mineral yang sudah
diketahui seperti kalsium, besi, phospor, kalium dan natrium. Di dalam
tubuh, kalsium berperan untuk pembentukan tulang. Sayangnya, mineral dan
senyawa penting sarang walet mudah leyap. Oleh karena itu, Dr. Kong Yun
Cheung dari Universitas Hongkong, menyarankan sarang walet tidak perlu
di cuci, sebab glikoprotein akan terbuang, toh sup sarang walet tetap
menunjukkan manfaat sugesti penyantaplah yang diduga jadi obatnya.
Sumber : indomedia.com